Wisata Raja Ampat

Raja-Ampat-indonesia

Bagaikan berlian yang berbinar, seperti itulah pesona bawah laut yang ditawarkan oleh Raja Ampat yang terletak di Papua Barat. Pulau ini tak pernah gagal mengundang minat para wisatawan untuk tak sekedar melihat keindahan pulaunya saja, namun yang dinanti-nanti adalah bisa merasakan diving ataupun snorkeling di tempat ini. Menurut berbagai sumber, Perairan Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh belahan dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini karena diperkaya dengan 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, dan 700 jenis moluska ada di sini. Dan menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, terdapat sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini. Oleh sebab itu Raja Ampat disebut juga sebagai pulau yang kaya akan biota lautnya.

Untuk sampai ke pulau ini, bila kalian menggunakan pesawat terlebih dahulu menuju kota Sorong. Sesampai di Sorong, kalian dapat melanjutkan perjalanan ke Waisai yang merupakan ibu kota Kabupaten Raja Ampat di Pulau Waigeo dengan menggunakan transportasi angkutan laut seperti Kapal Ferry Marina Express, Kapal Ave Maria. Untuk Kapal Ferry sendiri hanya menyediakan 1 kali keberangkatan setiap harinya, yaitu pukul 14.00 waktu setempat. Dan untuk keberangkatan Kapal Ave Maria biasanya berangkat dalam rentang waktu 1-2 jam setelah keberangkatan Ferry Marina Express. Atau kalian bisa generic viagra juga menyewa speedboat dari Pelabuhan Rakyat, kota Sorong.

Saat ini memang sangat terbatas untuk akomodasi dari Waisai menuju obyek wisata di sekitar Raja Ampat, namun dalam upayanya pemerintah setempat berusaha untuk memfasilitasi transportasi yang rutin dan efisien dari Waisai menuju objek-objek wisata yang menjadi destinasi setiap pengunjung Raja Ampat. Dan apa yang menyebabkan transportasi menuju ke Raja Ampat mahal?. Hal ini dikarenakan harga BBM yang tergolong cukup mahal dengan kisaran harga perliternya mencapai Rp. 10.000, sehingga biaya untuk menggunakan transportasi air seperti speedboat menjadi mahal.

Namun setelah sampai di pulau ini, biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat sampai di Raja Ampat terbayar dengan decak kagum yang dirasa karena melihat keindahan alam yang mempesona. Selain itu sambutan yang hangat dari penduduk setempat membuat wisata di sana menjadi semakin menyenangkan. Selain terkenal dengan wisata bawah airnya, di pulau ini Anda dapat belajar mengenal sejarah yang terjadi dengan mengunjungi gua dari masa Perang Dunia II atau bisa juga menyambangi tempat membangunnya bungker dari pasukan Belanda dan Jepang. Ada juga air terjun yang terus mengalir di Salawati, pemandangan yang tidak boleh kalian lewatkan pastinya. Semuanya ini bisa kalian jumpai di bagian sebelah utara Waigeo.

Mengenai tempat penginapan, masing-masing pulau memiliki tempat penginapan. Umumnya yang banyak digunakan adalah di pulau Waigeo dan Misool. Harga penginapan dari cottage di sekitar tempat ini beragam. Ada yang menyajikan dengan harga mata uang Euro dan juga Rupiah, namun lebih banyak menggunakan dengan Euro, karena memang cottage disana dimiliki dan dikelola oleh warga negara asing.

Apabila kalian ingin menekan biaya penginapan sehemat mungkin, Anda bisa mencari penginapan di sekitar pemukiman warga. Desa-desa wisata seperti Yenbuba, Sawinggrai, Arborek dan lainnya, memiliki homestay untuk para pengunjung. Perkisaran untuk biaya menginap di salah satu homestay sekitar Rp. 250.000 per orang per malamnya termasuk 3 kali makan.

Mencoba untuk menginap di rumah penduduk sekitar juga tidak ada salahnya, selain untuk menghemat biaya hal itu juga dapat membantu penghasilan bagi para penduduk setempat. Patut dibanggakan, karena keindahannya para turis internasional pun ikut mengantri untuk dapat datang dan melihat langsung berliannya dari Papua Barat ini. Oleh sebab itu, bagi kalian yang tergolong sebagai traveler jangan lewatkan Raja Ampat sebagai destinasi yang wajib dikunjungi oleh kalian

Noken Sebagai Oleh-oleh Khas Papua

noken_papua

Sebagai oleh-oleh khas dari Papua, bawalah Noken yang merupakan hasil kerajianan dari Papua ini. Noken berupa tas tali yang dalam adat Papua hanya wanita yang boleh membuat tas ini, pria tidak diperbolehkan untuk membuatnya. Tas ini terbuat dari kulit kayu lokal yang banyak tumbuh di daerah sekitar Papua. Proses pembuatannya diawali dari kulit kayu yang ditumbuk, lalu dilanjutkan dengan proses pengawetan dengan cara merendam ke dalam air agar membuat serat kayu bertambah kuat. Kemudian, kulit kayu dipilin menjadi benang seperti tali kecil. Lalu, tali kecil tersebut dianyam menjadi sebuah tas khas Papua yang disebut Noken. Perlu diketahui bahwa, Noken terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan. Tak hanya terbuat dari kulit kayu, variasi Noken lainnya juga dibuat dari benang katun, bahkan dari benang wol.

 

Sumber: ezytravel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s